Tampilkan postingan dengan label 30 hari menulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 30 hari menulis. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Juni 2014

Dibalik dahan




"Berpijarlah, tunjukan cahaya yang kau punya.
Jangan biarkan sesuatu apapun menghalanginya.
Biarkan semua tahu. Kau berhak akan itu."

Kamis, 29 Mei 2014

Ho re !

Malam yang panjang, orang-orang sangat sibuk !
Apalagi kami,
seluruh crew HORE ! sedang sangat on fire mempersiapkan terbitnya zine untuk hari Sabtu ini.
Semangat menjadi manusia yang tidak sia-sia !





Purwokerto, dirumah tepi jalan riyanto no. 94
Salam !

Senin, 26 Mei 2014

Yogyakarta di suatu pagi.


Minggu, 25 Mei 2014

Hari ini masih di Yogyakarta, dengan suasana pagi yang teduh sisa euforia menonton payung teduh semalam.
Hari ini juga harus kembali ke purwokerto, tapi sebelum pulang aku ingin bertemu seorang kawan SMA, namanya Hesty.
Kami bertemu dan mencari sarapan berdua, kemudian mencari buku di emperan toko samping Taman Pintar tapi sayang, masih banyak toko yang belum buka dan akhirnya aku meminta kepada Hesty untuk mengajaku jalan-jalan. Sesungguhnya aku ingin ke Gunung Api Purba yang katanya tempatnya yoi bangeet (coba aja googling kalo gak percaya), tapi Hesty belum pernah kesana, akhirnya dia mengajakku pergi ke Candi Ijo di daerah Sleman daerah selatannya candi Ratu Boko.

Terletak di Dusun Groyokan, Desa Sambirejo, Prambanan, Sleman. Perjalanan menuju Candi Ijo dapat dengan mudah dilakukan dengan alat transportasi seperti mobil dan motor, dengan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat kota Yogyakarta. Banyaknya plang petunjuk jalan yang juga membuat wisatawan tidak bingung untuk sampai ke Candi Ijo, namun akses jalan yang lumayan curam 5km sebelum candi ijo membuat kita harus berhati-hati.

Untuk memasuki Candi Ijo, kita hanya diwajibkan mengisi semacam buku daftar wisatawan, karena menurut Hesty beberapa bulan yang lalu pemerintah Yogya mulai membebaskan biaya masuk ke candi-candi kecil salah satunya Candi Ijo ini. Cocok nih buat tempat pikniknya mahasiswa !

Candi Ijo ini merupakan salah satu candi tertinggi di Yogya, buktinya kita bisa melihat landasan udara Adisucipto. Pemandang disekeliling candi juga yoi banget lhoo, kita bisa ngeliat perumahan daerah Sleman dan sekitarnya, apalagi kalo kalian kesini waktu sunset behhh syahdu banget pasti !


jadi di Kompleks Candi Ijo ini ada beberapa candi.



berlatar belakang daerah Sleman dari kejauhan.


di kompleks Candi Ijo ini ada juga candi yang berupa reruntuhannya aja lho



Jalan Keluar ?



reruntuhan candi.








Ini untuk kamu yang selalu tangguh menghadapi segala cobaan hidup, seperti candi yang selalu berdiri meskipun badai dan abu kelud datang menghampiri #eaaaaa 






Terimakasih kawan Hesty :)
Purwokerto, 26 Mei 2014
Salam :)

Minggu, 25 Mei 2014

Biru


Tadi pagi disini, ngeliatin mereka. Aku langsung inget sama cover Soundcloudnya Banda Neira, langsung deh pasangan yang lagi berdiri di atas tangga keluar itu aku foto aja, sambil ngebayangin lagu ke entah berantahnya Banda Neira. Pokonya suatu hari nanti harus bisa ber-nelangsa riang secara langsung sama Banda Neira.






Purwokerto, 25 Mei 2014 
1 jam lebih banyak menit yang lalu tiba di PWT
Foto : di Candi Ijo - Yogyakarta
Terimakasih untuk kawan Hesty


Sabtu, 24 Mei 2014

5.45 AM

Hari ini.
Jogja, untuk perempuan yang sedang di pelukan dan segala yang mengagumkan.
Semoga.......

Rabu, 21 Mei 2014

Hari Selasa rasa Minggu di Pulau Nusakambangan


Mentari masih malu-malu untuk naik ke peraduan saat kami, saya dan 16 anak Refleksi bersiap untuk melakukan perjalanan pagi itu. Sebuah kegiatan Hunting Besar yang merupakan salah satu program kerja ukm saya, akhirnya terselenggarakan juga setelah sebelumnya mengalami banyak pertimbangan untuk melaksanakannya.

Jadwalnya sih jam 6 pagi kumpul di sekre dan 6.30 kami sudah dalam perjalanan menuju Cilacap, tapi ya namanya juga manusia, banyak yang harus dipersiapkan, ada yang ijin makan dulu, beli bensin dan sebagainya. Suasana kampus Fisip sudah mulai ramai, akhirnya 7.30 kami berangkat menggunakan sepeda motor. Ngeeeeeng......

Disambut oleh sepoi angin pantai dan panas terik matahari, akhirnya setelah dua jam perjalanan kami memasuki kawasan pantai pasir putih, jadi tambah gak sabar untuk menaiki perahu dan menyebrang ke Pulau Nusakambangan.

Setelah melakukan istirahat beberapa menit, kami melanjutkan perjalanan menaiki perahu untuk menyebrang pulau. Dengan proses tawar menawar akhirnya kami mendapatkan harga Rp. 15.000 per orang sudah termasuk harga tiket untuk masuk pulau Nusakambangan.


Oh iya, dalam perjalanan di atas kapal saya melihat da pelangi api diatas awan yang menaungi kami, tapi berhubung salah tekhnik waktu motret jadi gak begitu keliatan deh :(



Kapal kandas - kata bapak nelayan, kapal besar itu sudah kandas jadi harus dibantu oleh kapal-kapal kecil untuk mendorongnya supaya ketepian.


Sampai di Pulau Nusakambangan, mari berjalan kaki sedikit lebih jauh lagi........hup hup hup !


Salah satu bukti sejarah peninggalan Portugis yang masih berdiri kokoh di Pantai Karangbolong.


Sayangnya tangan-tangan jahat sudah mengotori peninggalan sejarah yang seharusnya kita jaga dan rawat baik-baik ini.



 Selesai melihat-lihat beberapa ruangan di Benteng Karangbolong kami melanjutkan perjalanan untuk menuju pantai, yeayyy akhirnya mendengarkan suara ombak dan bermain pasir lagi.

Pantai Karangbolong - Nusakambangan Timur.



*******************************************

Puas sudah mengabadikan segala apa yang ada di Pulau Nusakambangan, kami kembali lagi ke Pulau Jawa (wess kek nyebrang kemana aja) untuk melanjutkan perjalanan menuju destinasi terakhir kami.

Merupakan satu obyek wisata yang letaknya tak jauh dari tempat penyebrangan perahu ke Nusakambangan, tempat ini juga merupakan bukti sejarah peninggalan Belanda pada masa penjajahan. hayooo siapa tahu nama tempatnya ? Yap. Benteng Pendem yang dalam bahasa Belanda artinya Kustbatterij op de Landtong te Cilacap, benteng ini dibangun udah lamaa banget dari tahun 1861. Untuk yang pingin tahu gimana sejarah benteng pendem buka aja web tentang benteng ini yaaa :) hee





Nah kalo ini pintu masuk ruangan klinik yang digunakan pada masa penjajahan,

kalau ini salah satu pintu benteng, jadi dulunya tuh Benteng Pendem berhadapan langsung sama lautan lepas. Bisa liat garis garis yang ada di tembok itu nggak ? itu tempat para prajurit melakukan pengamanan dengan bersiap untuk menembaki musuh.


Dan yak, saya terkejut menemukan dua binatang ini, rusa ganteng dan rusa betina yang cantik, mereka hidup dan mencari makan dengan bebasnya di dalam kawasan Benteng Pendem ini.

Beberapa kawan dari calon anggota yang sedang beraksi memotret apa yang mereka lihat.

Salah satu bangunan di kawasan Benteng Pendem





Selesai sudah perjalanan Selasa rasa Minggu kami. satu foto narsis rama-ramai gak dosa kan ya buat penutup di postingan ini.hehehe



Salam :)






Sabtu, 17 Mei 2014

Hei Walter Mitty



The Secret Life of Walter Mitty, yup sebuah film yang akan saya bahas sedikit pada postingan kali ini.
Apa pendapat kalian ketika melihat poster film di atas ? pasti kawan-kawan mengira film ini berkisah tentang seseorang yang bekerja dikantoran, atau kehidupan lelaki paruh baya.

Film yang direkomendasikan oleh kawan saya ini ternyata bercerita tentang seorang pegawai majalah LIFE yang bernama Walter Mitty, dimana awalnya dia selalu direndahkan dan dipandang sebelah mata karena Mitty selalu memiliki imajinasi yang lebih ketika dia berbincang dengan seseorang. Orang lain hanya melihat dia bengong dan tidak mendengarkan apa yang mereka bicarakan. Sampai akhirnya seorang fotografer Sean O'Connell mengirimkan satu rol film yang didalamnya terdapat foto terbaik dan Sean mengharapkan agar foto itu menjadi cover intisari majalah LIFE. 

Masalah muncul ketika negative foto urutan nomor 25 tidak ada dalam rol film, Mitty yang menjabat sebagai manager aset negative foto harus bertanggung jawab menemukan foto tersebut. Dalam rol film yang diberikan oleh Sean hanya terdapat tiga foto dan sama sekali tidak berkaitan yang satu dengan yang lainnya. Mengingat Sean O'Connell adalah fotografer yang selalu melanglang buana, mitty merasa kesulitan untuk mendapatkan petunjuk akhirnya dia hanya mengandalkan tiga foto yang terdapat dalam rol film yang diberikan Sean untuk mencari tahu dimana foto itu berada.

Dengan waktu hanya dua minggu sampai majalah LIFE dicetak, akhirnya Mitty memberanikan diri untuk mencari Sean. Melakukan perjalanan ke Greendland, menaiki helikopter dengan pilot yang sedang mabuk, terjun bebas ke lautan untuk menumpang sebuah kapal pengiriman barang, menyusuri gunung dengan menggunakan skateboard, melewati daerah Afghanistan yang tak bereperintahan, sampai mendaki pegunungan Himalaya harus dilakukan oleh Mitty. Ah pokoknya film ini keren, cerita tentang film ini sampai disini aja dulu, untuk kalian yang penasaran, tonton langsung aja yaa filmnya :))





Salam :)